RAPAT KOORDINASI REKRUTMEN PPK DAN PPS
Kpujakarta.go.id–KPU Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi tahapan dan program dengan KPU Kab/kota se-Jakarta di ruang Media Center KPU Provinsi DKI Jakarta, Rabu (11/01/2012). salah satu pembahasan rapat diantaranya adalah membahas bakal calon PPK dan PPS yang sedang melalui proses rekrutmen di KPU Kab/kota.
Hadir dalam rapat tersebut seluruh anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris KPU Provinsi dan Kab/Kota serta pejabat lainnya.
Untuk mengetahui perkembangan rekrutmen PPK dan PPS para Ketua KPU Kab/kota melaporkan perkembangan pendaftaran bakal calon PPK dan PPS.
Selain itu dibahas juga tentang keterwakilan perempuan pada rekrutmen PPK dan PPS, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Juri Ardiantoro menegaskan, “KPU harus mendapatkan orang-orang terbaik dan pantas untuk menjadi PPK dan PPS. Sebab, tugas dan tanggungjawab keduanya sangat berat. Ukuran sukses Pemilu Gubernur dan wakil Gubernur diawali dari rekrutmen PPK dan PPS” katanya .
“Petugas PPK dan PPS harus bisa mempertahankan hasil kerjanya. Karena berdasarkan UU 15/2011 tentang penyelenggara pemilu PPS ikut menetapkan DPT. Jadi ya harus dapat Petugas yang punya integritas tinggi sehingga tidak mudah diintervensi oleh kekuatan manapun,” kata Juri.
Pada kegiatan rekrutmen ini, bantuan dari jajaran Kelurahan khususnya Lurah mutlak diperlukan, agar akhirnya nanti didapat anggota PPK dan PPS yang Kredibel.
Selain itu, tambah Juri, tugas PPS nanti melakukan verifikasi calon perseorangan yang baru ada pada Pemilu Gubernur tahun ini. Kalau diasumsikan calon perseorangan 3 orang yang daftar, maka akan ada 1.200.000 berkas KTP yang harus diverifikasi. “Ini tentu sangat berat. Butuh Petugas yang daya tahan kuat dan integritas tinggi. Petugas PPS harus lebih hebat dari PPK bahkan harus lebih hebat dari anggota KPU Kab/kota,” kata Juri.
Terakhir, Juri berpesan kepada KPU Kab/kota untuk lebih ketat menyeleksi orang-orang yang pernah menjadi PPK dan PPS sebelumnya. “Jangan ragu mencoret bila kedapatan ada mantan petugas PPS dan PPK mendaftar kembali, tapi yang track record-nya buruk,” pungkasnya. (ful/dik)