2016-12-29    14:50:00   Dibaca : 2154 x

BIMTEK TERPADU PENYELENGGARAAN PILGUB DKI TAHUN 2017

Share :

kpujakarta.go.id - Salah satu indikasi sukses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 adalah pemungutan dan penghitungan suara (tungra).  Tungra merupakan tahapan puncak seluruh tahapan Pilgub. Oleh karena itu,  tenaga, pikiran dan perhatian  penyelenggara pemilu, baik KPU mapun Bawaslu serta pasangan calon akan tercurah pada kegiatan tersebut.


Hal itu  disampaikan Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno pada pesertea Bimbingan Teknis (Bimtek)  terpadu antara KPU DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta, di Hotel Golden Boutique, Gunung Sahari, 27– 29 Desember 2016. Hadir dalam pembukaan Ketua Bawaslu Mimah Susanti, Anggota KPU-RI Arief  Budiman dan lain-lain. Peserta Bimtek merupakan komisoner KPU dan Bawaslu dari Kabupaten/kota 

Sumarno mengatakan, bimtek bertujuan membangun pemahaman di tingkat penyelenggara terutama pengitungan dan rekapitulasi suara. Dia berharap peserta dapat menurunkan ilmnunya kepada jajaran di bawahnya agar meminimalisir kesalahan penghitungan.  “Kami, KPU dan Bawaslu ingin menyamakan pemahaman khususnya tahapan pemungutan dan  pengitungan suara serta mempersiapkan pemahaan di tingkat KPPS,” ungkap Sumarno.


Sementara itu, Mimah Susanti mengatakan, panwas dapat memanfaatkan bimtek untuk menyampaikan permasalahan di lapangan kepada KPU DKI Jakarta. Melalui bimtek terpadu dapat meminimalisir gesekan di tingkat penyelenggara Pilgub.  “Gesekan sangat mungkin terjadi lantaran ada perbedaan regulasi. KPU DKI menggunakan PKPU yang sudah direvisi sedang Bawaslu  masih menggunakan peraturan lama. Kesalahpahaman ini harus diantisipasi,” katanya.


Arief Budiman mengingatkan KPU dan Bawaslu bertanggung jawab untuk sukses penyelenggaraan Pilgub.  Oleh karena itu, kata Arief, hubungan keduanya harus harmonis.  “Bimtek dengan Metode Bridge menjadikan KPU dan Bawaslu dapat melihat suatu masalah dalam kaca mata/sudut pandang yang sama,” katanya.


Arief menegaskan,  tidak boleh terjadi lagi KPU melaporkan Bawaslu dan Bawaslu melaporkan KPU. Arief mencontohkan, jika ada kotak suara KPU kurang,  Panwas jangan langsung melaporkan sebagai kesalahan tapi ingaatkan dulu KPUnya.   “Sesama penyelenggara jangan tengkar dulu, tapi saling mengingatkan dan melengkapi,” kata Arief.


Dalam bimtek tersebut peserta dibagi ke dalam 2 kelas, yaitu, kelas A; KPU dan Bawaslu dari Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta pusat.  Tampil sebagai fasilitator Titi Anggraini dari Perludem dan Anggota KPU DKI Jakarta Betty Epsilon. Sedang Kelas B, KPU dan Bawaslu Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Tampil sebagai fasilisator  Mantan Anggota   KPU-RI Endang Sulastri dan Mantan Anggota KIP Aceh M. Ilham.


Setelah melakukan perkenalan, peserta dibagi dalam beberapa kelompok lalu melakukan simulasi perencanaan tungra.  Diskusi masing-masing kelompok berjalan seru dan dinamis. Kadang terlihat perdebatan hangat.  Mereka melakukan simulasi perencanaan sangat detail seperti aktivitas sesungguhnya. Perencanaan dari  sebelum pemungutan suara, pemungutan suara sampai penghitungan.