2017-01-10    17:20:00   Dibaca : 2242 x

DPRD BALI STUDI BANDING KE KPU DKI JAKARTA

Share :

kpujakarta.go.id -  KPU  DKI Jakarta mendapat kunjungan  dari Komisi I DPRD Provinsi Bali dalam rangka studi banding pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Selasa (10/01/17).  Pasalnya,  tahun 2018 Provinsi merupakan salah satu daerah yang menggelar Pilkada serempak tahap III.

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, Anggota KPU DKI Jakarta   M. Sidik dan Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas Sahruni Hasna Ramadhan menerima 12 rombongan wakil rakyat  Bali itu.   Para tamu agung itu diterima di ruang aula lantai 2 gedung KPU DKI Jakarta.

Pimpinan rombongan  I Ketut Tama Tenaya menuturkan, kedatanganya bermaksud  mencari refrensi atau studi banding pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta yang menjadi barometer nasional. “Pilgub DKI gemanya nasional.  Oleh karena itu, Bali yang akan melaksanakan Pilgub tahun 2018 perlu mencari refrensi dari Jakarta,” papar I Ketut, yang juga Ketua Komisi I DPRD Bali.

Ketut mengungkapkan, salah satu info penting dari kunjungan tersebut adalah soal anggaran.  Ternyata, kata Ketut, anggaran  Pilgub DKI Jakarta,  yang diajukan untuk 2 putaran lebih murah dari Provinsi Bali. “Anggaran Pilgub DKI Jakarta dengan asumsi 2 putaran sebesar  Rp 478 M, sedang di Bali, yang sudah diajukan KPU Bali, sekitar Rp 500 M, padahal Bali tidak mengenal 2 putaran karena acuanya UU Pilkada,” ungkap Ketut.

Nah, sambung ketut, informasi seperti itu akan menjadi pertimbangan DPRD dalam menyetujui atau tidak anggran yang telah diajukan KPU Provinsi Bali. “Nanti kita bawa informasi ini ke dalam rapat DPRD Bali. Kenapa  KPU Bali  mengajukan  angaran lebih mahal dari DKI  padahal pemilih lebih Bali sedikit dan tidak ada 2 putaran,” tegas Ketut.

Dalam kesempatan itu, Sumanro menjelaskan  pelaksanaan Pilgub dari mulai persiapan, anggaran, biaya kampanye, hingga rumitnya penyusunan DPT.  Menurut Sumarno, sosilisasi KPU DKI sangat terbantu oleh liputan media yang sangat tinggi. “Alhamdulillah, liputan media sangat tinggi di DKI. Semoga dengan informasi yang masih dari media dapat meningkatkan partisipasi pemilih sesuai target nasional sebesar 77.5 persen,” pungkasnya