2016-07-08    12:17:27   Dibaca : 2104 x

KABAR DUKA MENJELANG PILKADA DKI JAKARTA

Share :

Kpujakarta.go.id - Di tengah kesibukan KPU Provinsi DKI Jakarta melaksanakan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang akan berlangsung pertengahan Februari 2017 mendatang, datang kabar yang cukup mengejutkan yaitu meninggalnya Ketua KPU RI Husni Kamil Manik,  Kamis (7/7) Pukul 21.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) karena sakit. 

Kabar meninggalnya Ketua KPU RI ini tentu saja mengagetkan seluruh jajaran KPU di Indonesia, terutama 101 daerah yang akan melangsungkan pilkada serentak pada 2017 yang tahapannya sudah mulai bergulir.

Mudah-mudahan ini tidak mengganggu regulasi tahapan Pilkada yang tahapannya sudah berlangsung, karena dalam pelaksanaan pilkada serentak ini ini tentu membutuhkan aturan, arahan dan petunjuk yang dikeluarkan oleh KPU RI.

Seperti diketahui di berbagai pemberitaan baik cetak, elektronik maupun  media online ramai memberitakan tentang meninggalnya orang nomor satu di jajaran penyelenggara pemilihan umum ini. Husni Kamil Manik  lahir di Medan, Sumatera Utara, 18 Juli 1975 menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 12 April 2012. Sebelumnya ia merupakan komisioner KPU Provinsi Sumatera Baratsejak tahun 2008.

Husni menempuh pendidikan dari SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat pada tahun 1994. Ia juga aktif di Nahdhatul Ulama dan menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat periode 2010-2015.

Almarhum meninggal dunia dalam usia 41 tahun¸ meninggalkan seorang istri, Endang Mulyani dan tuga orang anak, M. Afifuddin Manik, Abid WA Manik dan Nuraisyah H Manik Jenazah dimakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta bada Sholat Jumat (8/7). Setelah dishalatkan  Masjid Kompleks POLRI Pejaten.

Segenap keluarga besar KPUProvinsi DKI Jakarta  turut berbelasungkawa. Semoga amal Ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.