2017-03-05    22:00:00   Dibaca : 4949 x

KLARIFIKASI KPU DKI JAKARTA ATAS KETERLAMBATAN RAPAT PLENO TERBUKA PENETAPAN PESERTA PEMILIHAN DAN LAUNCHING PEMILIHAN PUTARAN KEDUA

Share :

Klarifikasi KPU Provinsi DKI Jakarta atas Keterlambatan Dimulainya Rapat Pleno Terbuka Penetapan Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 Putaran Kedua Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu - 4 Maret 2017

 

Bersama ini KPU Provinsi DKI Jakarta menyampaikan penjelasan tentang situasi yang terjadi dalam acara sebagaimana tersebut di atas:

 

1. Pada tanggal 4 Maret 2017 KPU DKI Jakarta ada beberapa agenda kegiatan sebagaimana terlampir dalam undangan yakni antara lain:

a. Rapat Pleno Terbuka Penetapan Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua;

b. Penyerahan nomor urut Pasangan Calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua;

c. Launching Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua

 

2. Undangan disampaikan kepada para undangan audiens KPU DKI Jakarta dan Pasangan Calon dalam bentuk yang berbeda (contoh undangan terlampir).

 

3. Surat undangan disampaikan langsung ke Pasangan Calon melalui LO (Liasion Officer) dimana Undangan Paslon No. Urut 2 sudah disampaikan ke Bapak Irvan Habibie Pulungan dan Undangan Paslon No. Urut 3 sudah disampaikan ke Bapak Ramdani.

 

4. Sesuai dengan surat undangan baik undangan dalam bentuk surat maupun undangan cetak disampaikan bahwa acara dimulai pukul 19.30 WIB. Adapun audiens diundang sejak pukul 18.00 s/d 19.30 WIB dengan maksud untuk registrasi dan makan malam yang disiapkan panitia. Acara seremonial dan rapat Pleno direncanakan dimulai sesuai agenda pukul 19.30 WIB.

 

5. Ketua dan Anggota KPU DKI dan Panitia sudah berada di lokasi beberapa jam sebelum acara dimulai.

 

6. Makan malam untuk undangan/audiens disiapkan di luar Ruang Flores Hotel Borobudur, dan makan malam pasangan calon disiapkan di ruangan VIP yang berada di lantai 1.

 

7. Ruang rapat dilaksanakan di Flores Ballroom Hotel Borobudur yang terletak di lantai 1.

 

8. Menurut keterangan Panitia, kronologi waktunya dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pukul 19.00 WIB: Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 2, Bapak Djarot hadir sendiri tanpa Calon Gubernur, Bapak Basuki dan tidak lama kemudian Bapak Djarot keluar ruangan bersama Tim Kampanye No. Urut 2. Panitia KPU DKI Jakarta tidak mengetahui kemana Pak Djarot pergi.

b. Pukul 19.15 WIB: Pasangan Calon Nomor Urut 3 hadir di tempat acara dan kemudian melakukan door press di depan Ruang Flores.

c. Pukul 19.30 WIB: Ketua KPU Provinsi DKI dan beberapa Anggota KPU DKI sudah berada di Ballroom, Ketua KPU DKI pada kesempatan tersebut sempat diwawancarai wartawan di area Ballroom, tak lama berselang Ketua KPU kembali ke ruang VIP khusus Undangan KPU (bukan ruangan VIP Paslon).

d. Pukul 19. 30 WIB: Panitia berusaha menghubungi LO Paslon Nomor Urut 2, yaitu Bapak Irvan Habibi (Ucok) namun tidak berhasil, sehingga rapat belum bisa dimulai, menunggu hingga semua Paslon ada di dalam ruang rapat.

e. Pukul 19.50 WIB: Paslon Nomor Urut 2 masuk ke ruang Ballroom bertemu dengan salah satu Anggota KPU DKI dan langsung melakukan protes, lalu masuk ke ruang VIP khusus Undangan KPU dan kembali melakukan protes kepada Ketua KPU DKI karena acara belum dimulai/diketahui.

f. Kehadiran Calon Gubernur Nomor Urut 2 sebelum Pukul 19.50 WIB tidak diketahui oleh Panitia karena tidak melalui jalur registrasi Panitia seperti yang dilakukan oleh Bapak Djarot. Kemungkinan besar protokoler Timses Nomor Urut 2 langsung mengarahkan Bapak Basuki langsung ke ruangan yang disiapkan oleh Tim Kampanye Paslon yang dimaksud.

g. Pukul 19.55-an Paslon Nomor Urut 2 meninggalkan ruangan acara Flores Ballroom.

 

9. KPU DKI Jakarta mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan miss communication karena KPU DKI Jakarta berusaha melakukan kontak dengan LO Paslon namun tidak dapat dihubungi saat itu, sementara KPU DKI Jakarta tidak mengetahui sama sekali keberadaan Paslon Nomor Urut 2 di ruangan yang telah disiapkan Timsesnya di atas Ruang Ballroom Flores. KPU DKI Jakarta berniat memulai acara setelah kehadiran semua Paslon ada di Ruang yang sudah ditetapkan.

 

10. KPU DKI Jakarta memulai acara pada pukul 20.05 WIB dihadiri oleh Tim Kampanye Paslon 2 dan Paslon Nomor Urut 3 dan Tim Kampanyenya.

 

11. Ketua dan Anggota KPU DKI Jakarta beserta jajarannya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Basuki T Purnama dan Bapak Djarot Saeful Hidayat atas insiden keterlambatan memulai acara selama 30 menit dan bertekad untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan acara berikutnya.

 

Demikian disampaikan, harap menjadi maklum. Terimakasih.

 

Jakarta, 5 Maret 2017

HUMAS

KPU Provinsi DKI Jakarta

File Lampiran :
 
1. KLARIFIKASI DAN CONTOH UNDANGAN