2016-09-18    21:20:00   Dibaca : 3651 x

KPU DKI GELAR LAUNCHING PILGUB DKI JAKARTA TAHUN 2017

Share :

kpujakarta.go.id - KPU provinsi DKI Jakarta menggelar launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu  (18/9/2016). Launching bertujuan mensosialisasikan pelaksanaan pemilu kepala daerah, pada 15 Februari 2017 kepada warga ibukota.

 

"Launching kami gelar untuk mengedukasi masyarakat Jakarta menjelang Pilgub tahun 2017, sekaligus untuk mengenalkan warga kepada calon pemimpinnya nanti," kata Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, pada saaat sambutan.

 

Launching yang berlangsung sederhana namun khidmat itu dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP),  Jimly Asshiddiqie,  Anggota KPU-RI Hasyim Ashari dan Arief Budiman, Anggota DPD asal DKI Jakarta AM Fatwa,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan partai-partai kontestan pemilu DKI Jakarta.

 

Selain itu, launching juga dimeriahkan oleh penyanyai Astrid dan penampilan ADA BAND yang mampu menggoyang peserta.  pada kesempatan itu, sekaligus mengenalkan maskot Pilgub DKI Jakarta yakni Bang Monas dan None Monas.

 

Sumarno menegaskan, Pilgub menjadi momentum penting bagi warga Jakarta untuk menentukan gubernurnya 5 tahun mendatang. Dengan mengimbau dan mengajak warga memilih di tanggal 15 Februari 2017 nanti.

 

“Nantinya warga DKI Jakarta juga harus mengetahui sosok gubernur yang harus dipilihnya saat pemilihan nanti,” tegas Sumarno.

 

Tidak bosan Sumarno mengingatkan, pada jajaran penyelengagra pemilu dari tinggkat provinsi hingga paling bawah yang bekerja di lapangan untuk menjaga tiga prinsip dasar, yaitu integritas, netralitas dan profesional. 

 

Menurutnya, Integritas terkandung di dalam sikap amanah, jujur, adil dan menegakkan kode etik jangan sampai membiarkan penyimpangan terjadi.

 

"Penyelenggara Pemilu  jangan takut kepada pengawas atau kepada DKPP, tetapi kita harus takut pada yang maha mengawasi  yaitu Allah SWT. Kalau sudah seperti itu maka penyelenggaraan Pemilu itu sudah dengan penuh kejujuran. Meskipun faktor-faktor tersebut tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara tapi juga oleh peserta, inilah kiranya yang paling penting,” ujar Sumarno.

 

Sumarno melanjutkan, netralitas artinya penyelenggara tidak boleh berafiliasi kepada calon tertentu, atau kepada parpol tertentu, tapi harus bersikaf imparsial. “Kita sebagai penyelenggara memposisikan bahwa semua peserta dalam posisi yang sama dan setara. Kita tidak perlu peduli siapapun peserta yang kita hadapi. Karena kita menghadapi.moment yang penting sekali, untuk membangun nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

 

Sedangkan sikap profesional, dalam pemilu kita ingin sikap-sikap yang profesional. Itu dimulai dari panyelenggara dan dimulai dari penguasai regulasi, pemahaman kita terhadap berbagai peraturan, keputusan, undang-undang yang terkait dengan Pemilu menjadi sangat penting, dan itu merupakan sebuah keniscayaan.

 


“Karena itulah bimbingan mengenai teknis pelaksanan terus dilaksanakan serta memperhatikan aksesibilitas, memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada semua peserta tak terkecuali kepada mereka para penyandang distabilitas,” pungkas Sumarno.