2016-06-09    09:10:56   Dibaca : 2356 x

KPU DKI Menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran Hibah Pilkada 2017

Share :
kpujakarta.go.id  - KPU Provinsi DKI Jakarta menggelar bimbingan teknis pengelolaan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dana hibah Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017 di The Acacia Hotel Jakarta, pada tanggal 8 hingga 10 Juni 2017. Acara di buka oleh Ketua  KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno 
Dalam sambutannya Sumarno Mengatakan Anggaran Hibah yang dikelola oleh KPU Provinsi DKI Jakarta sangat besar, "kita  tidak ingin dapat kesalahan administrasi keuangan yang berdampak hukum. Semoga dengan adanya kegiatan ini pengelolaan dan  pertanggungjawaban anggaran dana hibah ini dapat berjalan dengan baik" ujarnya. 
Hadir sebagai salah satu narasumber dari Inspektur Sekretaris Jendral KPU RI Bapak Adiwijaya Bakti. Dalam paparannya Adiwijaya mengatakan  beberapa hal yang perlu diperhatikan dari pertanggungjawaban keuangan adalah Kegiatan Pengendalian dievaluasi secara teratur untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Selanjutanya adiwijaya mengatakan Pentingnya pelaksanaan verifikasi terhadap kelengkapan dan kebenaran bukti pertanggungjawaban sebelum dilakukan pembayaran atau penerbitan SPBy, (Sesuai PMK NOMOR 89/PMK.05/ 2016) . pentingnya penutupan kas perbulan serta pentingnya pencatatan logisitik pemilu dengan baik dan benar merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban pengunaan dana hibah, tandasnya.
Dalam sesi tanya jawab sunardi Ketua KPU Jakarta Barat bertanya Bagaiamana Peran inspektorat dalam sistem pengendalian intern (SPI) Satuan Kerja , dan bisakah inspektorat melakukan pendampingan secara berkala, bukan hanya saat menjelang pelaporan. "SPI adalah tanggungjawab satuan kerja. Inspektorat tidak bisa mengawasi SPI di setiap Satuan kerja karena kurangnya sumber daya manusia, tetapi akan lebih baiknya jika Satuan kerja tersebut mengalokasikan dana khusus untuk meningkatkan SPI" ujar Adiwijaya Bakti.