Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 di KPU Provinsi DKI Jakarta

10-11-2019    09:15:00 Dibaca : 48 x

Kpujakarta.go.id. Guna memeringati Hari Pahlawan, KPU Provinsi DKI Jakarta dan KPU Kabupaten/Kota se-Prpovinsi DKI Jakarta mengadakan upacara peringatan Hari Pahlawan, Ahad, 10 November 2019 di Halaman Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Salemba.

Pelaksanaan upacara hari pahlawan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Sosial RI Nomor : 63/MS/B/11/2019 tanggal 5 November 2019 hal Surat Edaran Penyelenggaran Upacara Peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2019.

Dalam upacara ini, bertindak selaku inspektur upacara adalah Partono, Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Divisi Program dan Data.

Dalam amanatnya, Partono menyampaikan bahwa tema peringatan hari pahlawan tahun ini adalah “Aku, Pahlawan Masa Kini”, karenanya untuk bisa menjadi pahlawan masa kini, kita bisa mulai dari diri kita masing-masing. Menjadi pahlawan masa kini tidaklah “seberat”pahlawan-pahlawan terdahulu. Dulu para pahlawan dalam berkorban untuk negeri ini sangatlah berat. Mereka mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk berjuang membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan. Mereka rela menumpahkan darah dan bahkan menyerahkan nyawa mereka, demi tercapainya kemerdekaan negeri ini, karenanya kita harus sebagai penerus wajib menjaga dan memajukan bangsa tercinta ini.

Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti saling tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan atau merugikan orang lain dan sebagainya.

Sejarah hari pahlawan sendiri dimulai dengan peristiwa pertempuran heroik rakyat Indonesia pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran besar itu sangat menggemparkan dunia, di mana banyak jatuh korban jiwa, baik dari rakyat Indonesia maupun pasukan Belanda, termasuk perwira Kerajaan Inggris, Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby.

Rakyat Indonesia saat itu benar-benar tidak puas dan murka dengan ulah Belanda yang memboceng tentara NICA mengibarkan bendera berwarna merah putih dan biru di Hotel Yamato Surabaya. Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diplokamirkan tanggal 17 Agustu 1945.

Dikutip dari buku Indonesia dalam Arus Sejarah edisi 6 (2012) menggambarkan, Sekutu yang pada awalnya melihat Indonesia sebagai het zachtste volk ter wereld atau bangsa terhalus di dunia, kini menjadi bangsa yang lebih liar, ganas, dan garang. Pertempuan tersebut berlangsung hingga beberapa hari dan berakhir pada 28 November 1945. Kantor berita Reuters kala itu melaporkan ribuan orang Indonesia menjadi korban serbuan militer Sekutu. Adapun korban dari pihak tentara dan masyaraat Surabaya diduga mencapa 20.000 orang. Sementara korban dari phak Sekutu diperkirakan mencapai 1.500 orang. Atas perjuangan rakyat Surabaya dalam melawan penjajah, pemerintah akhirnya mengenang peristiwa tersebut sebagai Hari Pahlawan.mzb.

File Lampiran :