Ramaikan Deklarasi Kampanye Damai, 7 Anggota KPU DKI Jakarta Kenakan Busana Nasional

23-09-2018    20:10:00 Dibaca : 147 x

kpujakarta.go.id,-  Pemilu serentak 2019  memasukin tahapan kampanye bagi calon presiden dan calon wakil presiden, calon legisltaif  serta calon Anggota DPD.  KPU memulai tahapan kampanye dengan deklarasi kampanye damai dan karnaval bersama seluruh peserta pemilu dan pilpres, di kawasan Monas, Minggu (23/9/2018).

Selain di Jakarta, KPU provinsi se-Indonesia juga menggelar deklarasi kampanye damai   secara serentak di daerahnya masing-masing.  KPU Provinsi DKI Jakarta ikut berperan serta dalam pelaksanaan kemeriahan deklarasi kampanye damai di Monas. Selain mengundang Stakeholder dan KPU Kabupaten Kota, KPU DKI Jakarta juga mengundang Ketua DPD/DPW Parpol dan Calon Anggota DPD Daerah Pemilihan DKI Jakarta. KPU Provinsi DKI Jakarta juga turut memboyong Rumah Pintar Pemilu (RPP) pada gelaran Deklarasi Kampanye Damai. Selain stand RPP, KPU Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan stand Games. Pada stand ini, KPU Provinsi DKI Jakarta mengajukan beberapa pertanyaan seputar Pemilu 2019. Bagi mereka yang dapat menjawab dengan benar, diberikan souvenir berupa kaos dan topi.

Ketua KPU-RI Arief Budiman membuka secara resmi dengan simbol pelepasan balon warna-warni ke udara. Acara berlangsung semarak dan menarik lantaran, baik komisioner KPU maupun peserta pemilu mengenakan busana adat nasional.  Tujuh anggota KPU-RI memakai pakaian adat yang berbeda-beda. Ketua KPU-RI tampak gagah menggunakan pakaian Sumatera Barat.   Tujuh anggota KPU DKI Jakarta dan Sekretaris KPU DKI Jakarta pun turut mengenakan busana adat.

Calon presiden pertahana, Joko Widodo  mengenakan busana adat Bali sedangkan KH Ma'ruf Amin memakai setelan jas lengkap dengan peci hitam dan sarung.  Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kompak mengenakan pakaian adat Jawa. Perbedaan keduanya adalah Prabowo mengenakan blangkon, sedangkan Sandi pakai kopiah hitam.

Tidak ketinggalan para ketua umum partai juga memakai busana nasional yang menarik perhatian.  Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy atau Romi paling unik karena pakai baju Gatot Kaca.   Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memilih pakaian adat Palembang.  Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengenakan pakaian adat Melayu. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan hadir dengan pakaian adat Betawi.

Sebelum deklrasi, KPU, Bawaslu dan peserta pemilu melakukan  karnaval  berjalan kaki dari Lapangan Silang Monas sampai kawasan Patung Kuda. Setelah itu, calon Anggota DPD Daerah Pemilihan DKI Jakarta bersama-sama dengan Calon Presiden dan Wakil Presiden dan Ketua DPP Partai Politik naik ke atas panggung  untuk mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Ketua KPU RI dan Ketua Bawaslu.

Ikrar berisi poin-poin penting.  Satu, berjanji mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dua, melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoax, politisasi SARA (suku, agama, ras, antargolongan), dan politik uang. Tiga, melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Setelah membaca ikrar, para peserta pemilu bersama-sama melepas burung merpati dan menandatangani prasasti deklarasi kampanye damai.

Arief mengatakan, deklrasai kampanye damai bertujuan meneguhkan komitmen peserta pemilu. Tujuannya, agar dalam proses kampanye Pemilu 2019 nanti, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga, dan berjalan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Tadi, kita sudah saksikan komitmen peserta pemilu 2019 melakukan komitmen menjalankan kampanye damai. Saya ingin virus-virus kebaikan ini disebarkan ke penjuru nusantara,” kata Arief seraya menyataan, selesai ini, seluruh peserta pemilu 2019 harus menyerahkan laporan dana awal kampanye. 
File Lampiran :