Tema Peringatan HUT Ke-48 KORPRI, Sejalan Dengan KPU Provinsi DKI Jakarta

29-11-2019    09:00:00 Dibaca : 34 x

Kpujakarta.go.id.-Hari ini, Jum’at, 29 November 2019 Korpri memperingati dan merayakan ulang tahun ke-48. Sejak berdiri, Korpri sebagai satu-satunya wadah bagi Pegawai Republik Indonesia selalu berupaya terus menerus dalam menumbuhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menjaga netralitas, dan hanya berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Sejalan dengan berlakunya Undang-undang Aparatur Sipil Negara, Korpri siap ber transformasi menjadi bagian integral dari pemerintahan yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi, mewujudkan jiwa korps sebagai pemersatu bangsa, memberikan perlindungan hukum, serta mengembangkan kesejahteraan para anggotanya.

Peringatan HUT Korpri di Lingkungan KPU Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan dengan pelaksanaan upacara yang cukup hikmad dan dipimpin oleh Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta selaku inspektur upacara. Dalam sambutannya, Betty membacakan amanat sambutan Presiden RI, Joko Widodo. Betty mengingatkan adanya persaingan antarnegara di revolusi industri 4. Persaingan itulah yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Persaingan antarnegara semakin sengit. Berebut teknologi dan rebut talenta hebat yang digunakan memajukan negaranya," ucap Betty saat membacakan sambutan Jokowi di Halaman Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

Adanya persaingan tidak harus ditakuti. Namun, Korpri harus menghadapinya dengan mengedepankan kreativitas dan kecepatan. "Kita tidak boleh takut. Kita hadapi persaingan dengan cara terobosan baru. Kreativitas kecepatan dan inovasi adalah kunci," lanjut Betty.

Masih dalam sambutan yang dibacakan, Jokowi, mengingatkan Korpri untuk tetap berinovasi. Korpri harus melakukan tugas utama sebagai pelayan masyarakat. "Saya selalu ingatkan, kita harus kurangi seremonial yang rutinitas dan lebih tingkatkan produktivitas dan orientasi hasil. Tugas birokrasi adalah pastikan pelayanan rakyat terlayani," ucap Betty sebagaimana sambutan Presiden yang dibacakan.

Namun demikian, Betty mengingatkan meskipun ada inovasi, tapi ASN harus tetap mengikuti prosedur. Dan hal tersebut ada tolak ukur untuk standar pelayanan.

“Sambutan dari bapak Presiden adalah instruksi untuk dilaksanakan bagi semuanya. Jadi setelah dibacakan, camkan pesan Pak Presiden tersebut dan kemudian laksanakan," sebut Betty.

Tantangan masyarakat selalu berubah. Karena itu dia ingin ada inovasi dalam birokrasi. "Karena, birokrasi itu mengikuti prosedur. Sementara tantangan masyarakat selalu berubah. Maka harus selalu inovatif tapi prosedurnya diperbaiki. Prosedur disesuaikan dengan kondisi perubahan zaman. Prosedur diperlukan agar pelayanan memiliki standar yang sama di semuanya," Pungkas Betty.

Selamat Hari Korpri ke 48, “Berkarya Melayani dan Menyatukan Bangsa”

File Lampiran :