2017-07-27    08:25:00   Dibaca : 603 x

KPU DKI GELAR EVALUASI PILGUB 2017

Share :

kpujakarta.go.id- Pasca gelaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, KPU Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi seluruh tahapan mulai dari pencalonan sampai dengan pemungutan dan penghitungan suara. Evaluasi dilakukan. Secara simultan diawali dengan Evaluasi Pengelolaan Logistik pada 17 - 19  Juli 2017, dilanjutkan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih 20 - 22 Juli 2017, terakhir Evaluasi Kampanye, Sosialisasi serta Pemungutan dan Penghitungan Suara yang berlangsung sejak 24 - 27 Juli 2017.

Pelaksanaan evaluasi dipimpin oleh Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta Sumarno, M. Fadlillah, Moch. Sidik, Dahliah Umar dan Betty Epsilon Idroos dengan metode Focus Group Discussion (FGD).

Dalam pidato pembukaannya Sumarno mengatakan acara ini dimaksudkan untuk memberika apresiasi terhadap kerja keras dan kerjasama seluruh ajajaran penyelenggara atas keberhasilannya menyelenggarakan Pilkada 2017 dengan lancar dan damai. "Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh jajaran penyelenggara, karena Pilkada DKI 2017 mendapat apresiasi dari banyak pihak baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu acara ini juga ditujukan untuk memetakan persoalan dan tantangan Pilkada kemarin sehingga kedepan siapapun yang menjadi penyelenggaranya Pilkada DKI akan lebih baik dan semakin berkualitas."

Dalam kegiatan turut mengundang sejumlah narasumber untuk memberi evaluasi serta masukan terhadap penyelengggaran Pilkada DKI diantaranya Anggota KPU RI Periode 2017-2022, Anggota KPU RI Periode 2014-2017 Juri Ardiantoro, Ph.D, Peneliti Senior LIPI Prof. Siti Zuhro, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pakar Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto, Pakar Tata Kota Yayat Supriyatna, Moderator Debat Pilgub DKI 2017 Ira Kusno.

Acara ini turut dihadiri oleh Komisioner KPU Kabupaten/Kota, jajaran pimpinan dan staf KPU Provinsi serta KPU Kabupaten Kota dan juga mengundang perwakilan tim kampanye peserta Pilgub DKI 2017, lembaga penyiaran (televisi dan radio), lembaga pemantau dan pemangku kepentingan lainnya.